Menjadi Pemimpin Berspirit Surah Al-Ma’un di Era Modern Bagian 1
Penulis : Galih Prakoso, S.Si.
Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Ma’un menyoroti nilai-nilai kepemimpinan yang berbasis pada keadilan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Di era modern, menjadi pemimpin dengan spirit Surah Al-Ma’un berarti menjalankan amanah kepemimpinan yang tidak hanya mementingkan hasil, tetapi juga berorientasi pada kebermanfaatan bagi sesama. Pemimpin yang berspirit Surah Al-Ma’un di era modern adalah individu yang menempatkan nilai-nilai keadilan sosial, empati kepada kaum lemah, serta semangat membangun kesejahteraan masyarakat sebagai inti dari kepemimpinannya. Berdasarkan dokumen Muhammadiyah, semangat ini tercermin dalam berbagai amal usaha dan kepemimpinan tokoh-tokohnya, seperti KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Beliau mengamalkan Surah Al-Ma’un dengan mendirikan lembaga seperti rumah sakit, sekolah, dan panti asuhan untuk membantu anak yatim dan kaum miskin.
Pesan Utama Surah Al-Ma’un
Surah Al-Ma’un terdiri dari tujuh ayat yang menegur perilaku mereka yang lalai terhadap tanggung jawab sosial dan tidak peduli terhadap fakir miskin. Berikut adalah pesan utama dari surah ini:
- Menegakkan Nilai Ibadah yang Ikhlas: Ayat-ayatnya menyoroti pentingnya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan, bukan sekadar ritual formalitas.
- Kepedulian terhadap Kaum Lemah: Surah ini mengingatkan kita untuk tidak mengabaikan anak yatim dan fakir miskin, yang merupakan tanggung jawab kolektif dalam Islam.
- Kritik terhadap Kemunafikan: Surah ini mengecam orang yang menunjukkan kebaikan secara lahiriah tetapi tidak memiliki keikhlasan dan empati dalam hatinya.
Pemimpin Berspirit Al-Ma’un
Dalam konteks kepemimpinan modern, spirit Surah Al-Ma’un dapat diterapkan melalui beberapa prinsip berikut:
- Mengutamakan Kesejahteraan Rakyat
Pemimpin yang baik harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat berorientasi pada kepentingan rakyat, terutama kelompok yang rentan. Contoh nyata dari implementasi ini adalah pemimpin yang menciptakan lapangan kerja, memberikan subsidi untuk kebutuhan pokok, dan membangun infrastruktur di daerah terpencil.
- Menghindari Kemunafikan dalam Kepemimpinan
Spirit Surah Al-Ma’un mengajarkan bahwa tindakan seorang pemimpin harus mencerminkan kejujuran dan ketulusan. Pemimpin yang munafik, yang hanya mementingkan citra tetapi mengabaikan rakyatnya, bertentangan dengan nilai-nilai ini.
- Memberdayakan Kaum Lemah
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, pemimpin harus memberdayakan masyarakat yang kurang mampu agar mereka dapat mandiri.
- Mengelola Amanah dengan Tanggung Jawab
Kepemimpinan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pemimpin harus bekerja dengan penuh dedikasi untuk kemaslahatan umat. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)