Memilih Pemimpin yang Terbaik untuk Bangsa Bagian 2
Penulis : Galih Prakoso, S.Si.
Dalam konteks Muhammadiyah, pemimpin yang terbaik adalah sosok yang mampu membawa perubahan progresif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keislaman. Seorang pemimpin juga diharapkan mampu menanamkan semangat kemandirian dan memberdayakan masyarakat, seperti yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan. Beliau adalah teladan dalam memimpin gerakan pembaruan yang tidak hanya fokus pada aspek spiritual tetapi juga sosial, dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera secara menyeluruh.
Pemimpin yang berkemajuan juga harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam era globalisasi, kemampuan untuk bekerja sama dan beradaptasi dengan perkembangan internasional sangat penting. Pemimpin yang baik akan senantiasa membuka diri terhadap kritik dan masukan, karena hal ini akan meningkatkan kualitas kepemimpinannya. Selain itu, penting bagi pemimpin untuk memiliki keberanian dalam mengambil keputusan yang sulit demi kebaikan bersama.
Dalam Islam dan konteks Muhammadiyah, pemimpin yang baik adalah sosok yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Adil dan Amanah
Pemimpin yang adil akan senantiasa menegakkan keadilan di antara rakyatnya tanpa membedakan latar belakang atau status sosial. Keadilan adalah prinsip utama dalam Islam, dan pemimpin yang amanah akan melaksanakan tugasnya sebagai sebuah tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah. - Berintegritas dan Jujur
Seorang pemimpin harus memiliki integritas yang tinggi dan bersikap jujur dalam segala tindakannya. Kejujuran adalah fondasi utama yang akan menjaga kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. - Bijaksana dan Berpengetahuan
Pemimpin harus memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan pengetahuan yang luas tentang masalah yang dihadapi bangsa. Pemimpin yang berwawasan luas dapat menilai situasi dengan lebih tepat dan mengambil tindakan yang benar. - Memiliki Visi dan Misi yang Jelas
Seorang pemimpin harus memiliki visi yang berorientasi pada kemajuan bangsa. Visi ini harus disertai dengan rencana konkret untuk mencapai kesejahteraan masyarakat serta menjawab tantangan masa depan. - Bersikap Rendah Hati dan Mau Mendengarkan
Pemimpin yang baik adalah sosok yang rendah hati dan mau mendengarkan aspirasi rakyatnya. Ia tidak memerintah dengan otoriter, melainkan mengutamakan musyawarah dan kerja sama. - Berkomitmen pada Keberlanjutan Sosial dan Lingkungan
Pemimpin harus peduli terhadap keberlanjutan sosial, pendidikan, dan lingkungan. Kebijakan yang berkelanjutan akan mempersiapkan bangsa untuk masa depan yang lebih baik.
Doa Memilih Pemimpin yang Baik
Berikut adalah doa yang dapat dibaca untuk memohon petunjuk kepada Allah dalam memilih pemimpin yang baik:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لَنَا إِمَامًا صَالِحًا يَقُودُنَا إِلَى الطَّرِيقِ الْمُسْتَقِيمِ وَأَعِنَّا عَلَى اِتِّبَاعِهِ فِي كُلِّ خَيْرٍ وَإِبْعِدْنَا عَنْ كُلِّ شَرٍّ وَفِتْنَةٍ، وَاجْعَلْهُ يَا رَبَّنَا مِمَّنْ تَقِي وَتُحِبُّ، وَتُسَاعِدُهُ فِي حُكْمِ الْبِلَادِ بِالْعَدْلِ وَالْحِكْمَةِ، وَتُرْزُقْهُ الْحِكْمَةَ وَالرَّحْمَةَ فِي قَرَارَاتِهِ.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah bagi kami seorang pemimpin yang saleh, yang memimpin kami menuju jalan yang lurus. Bantulah kami untuk mengikutinya dalam segala kebaikan, jauhkanlah kami dari segala keburukan dan fitnah. Jadikanlah dia, wahai Tuhan kami, di antara orang-orang yang Engkau takuti dan cintai, serta bantulah dia memimpin negeri dengan adil dan bijaksana. Berilah dia hikmah dan kasih sayang dalam setiap keputusannya.
Doa ini mencerminkan harapan kita kepada Allah agar diberikan petunjuk dalam memilih pemimpin yang tidak hanya baik dalam duniawi, tetapi juga takut kepada Allah dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Sumber :
- Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah.
- Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
- Pedoman Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
- Buku Ajar Kemuhammadiyahan 2018.