News

Pengumuman Diterima Menjadi Asisten Praktikum Fisika Dasar dan Fisika Modern Semester Gasal TA 2021/2022

Berdasarkan ujian praktik yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 -4 September 2021, nama-nama di bawah ini dinyatakan diterima menjadi asisten Praktikum Fisika Dasar dan Fisika Modern Semester Gasal TA 2021/2022.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh peserta seleksi asisten periode kali ini, tetap semangat, terus belajar, dan kami mohon maaf karena tidak bisa menerima seluruh peserta seleksi.

Kemudian kepada nama-nama di bawah ini, silahkan menunggu untuk dimasukkan ke dalam grup asisten untuk mendapatkan informasi selenjutnya.

 

  1. Asisten Fisika Dasar
 No  NIM  Nama
1 2000014003 Dhita Pratama Putra
2 1900014018 Ahmad Irfan Saputra
3 1900014043 Muhammad Maulidan
4 1900014029 Fan Yoas Naurito Canfeho
5 1900014014 Yanis Aptasya Mukarromah
6 1800014016 Muthafizhah Dzikriyatul Fajri
7 1900014037 Hanna Febriani Sutarman
8 1900014017 Ndaru Krisna Mukti
9 1800014006 Reni Hotimah
10 1900014046 Adi Setiawan
11 1900014030 RR Nurul Hidayati Yahya
12 1900014031 Arifka Ratna Utami

 

2. Asisten Fisika Modern

 No  NIM  Nama
1 1800014006 Reni Hotimah
2 1900014018 Ahmad Irfan Saputra
3 1800014016 Muthafizhah Dzikriyatul Fajri
4 1900014043 Muhammad Maulidan

 

Lampiran Nilai Keseluruhan:


Hasil Seleksi Administrasi dan Jadwal Ujian Praktik Calon Asisten Praktikum Fisika Dasar dan Fisika Modern Semester Gasal TA 2021/2022

Berikut kami umumkan daftar nama lulus seleksi administrasi dan jadwal ujian praktik calon asisten Praktikum Fisika Dasar dan Fisika Modern Semester Gasal 2021/2022.

Kepada nama-nama yang tercantum, harap datang ke Laboratorium Fisika Dasar sesuai jam yang telah dijadwalkan.

Daftar nama dan jadwal ujian praktik silahkan unduh di sini.



Alumni Fisika UAD Memperoleh Beasiswa Studi S-2 dari Pemerintah Korea Selatan

Asna Nur Izziyah merupakan alumni Prodi Fisika Universitas Ahmad Dahlan Angkatan 2014 yang saat ini berkesempatan menempuh pendidikan S-2 di bidang Condensed Matter Physics Dong-A University , Korea Selatan. Dia mendapatkan beasiswa kuliah di Dong-A University melalui program Global Korea Scholarship (GKS) tahun 2020.

Informasi terkait beasiswa GKS ini dia peroleh dari temannya yang juga penerima program beasiswa GKS tahun sebelumnya. “Awalnya saya mengincar studi S-2 di Jepang, tapi karena sudah ada teman yang dapat beasiswa GKS di Korea akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mengikuti program beasiswa itu juga” tutur Izzi. Dengan bantuan dan informasi yang diberikan temannya ini Izzi mencoba menikuti beasiswa GKS melalui jalur University Track. Untuk mendapatkan beasiswa GKS ada dua jalur yang bisa diikuti yaitu jalur Embassy Track dan University Track.

Salah satu kesulitan yang sering dialami pencari beasiswa adalah mencari informasi beasiswa itu sendiri dan mendapatkan LoA. Saat ditanya mengenai hal ini dia menjawab kesulitan terbesarnya justru datang dari diri sendiri seperti malas dan kurang bersemangat. “kesulitannya justru untuk menjaga semangatnya itu, kadang kalau udah males jadi ngga mau ngapa-ngapain, kalau informasi saya pikir tidak terlalu menjadi masalah apalagi sekarang informasi bisa dicari di internet” kata Izzi.

Izzi mulai menjalani beasiswa GKS ini sejak 9 Agustus 2020, di tahun pertamanya dia diharuskan mengikuti program Language Course di Seokyeong University, Seoul. Pada tanggal 13 Agustus 2021 dia baru akan mulai menjalani studinya di Dong-A University. Selama mengikuti beasiswa ini semua biaya perkuliahan dan pelatihan sudah ditanggung. Tidak hanya biaya perkuliahan, tetapi biaya lain-lain juga ditanggung seperti biaya hidup, biaya penelitian, asuransi Kesehatan, biaya penelitian dan cetak thesis.

Program beasiswa GKS ini dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari luar Korea Selatan. Izzi juga bercerita tentang pengalamannya memiliki teman kamar dari negara yang berbeda. “Awalnya agak kaget si dengan perbedaan kebiasaan dan perilaku ini, tapi lama kelamaan ternyata seru juga ya punya teman dari beda negara, jadi tahu kebudayaan masing-masing negara mereka”. Selain itu dia juga menuturkan tentang kebudayaan Korea Selatan seperti budaya antri, disiplin dan kebersihannya membuat betah dan nyaman berada di sana.

Terkait rencana studi dia menambhkan “rencananya si ngga cuma S-2 aja di sini, kalau bisa sampai S-3 setelah itu ikut penelitian post doctoral, jadi nanti kalau pulang ke Indonesia bisa berkontribusi membangun usaha sesuai basic knowledge yang didapat di sini”. Selain itu dia juga berpesan kepada adik-adiknya di Prodi Fisika UAD untuk memaksimalkan waktu yang dimiliki dan segera menyusul ke Korea Selatan.


Dosen Fisika UAD menempuh studi PhD di Taiwan

Bagus Haryadi adalah dosen program studi Fisika, Universitas Ahmad Dahlan yang saat ini sedang menempuh program PhD di Medical Information Technology Laboratory, National Dong Hwa  University (NDHU), Taiwan. Dia mendapatkan beasiswa dari NDHU pada Fall semester 2016. Meskipun mendapat beasiswa dari NDHU, namun UAD yang sangat mendorong para dosennya untuk studi ke luar negeri, memberikan dukungan yang sangat besar baik moral maupun finansial untuk studi lanjutnya.

Pada awalnya dia mengajukan beasiswa di universitas tersebut secara individu, tanpa melampirkan MoU, hingga mendapatkan beasiswa dari NDHU. Namun pada tahap berikutnya, NDHU ternyata mewajibkan mahasiswa penerima beasiswa NDHU untuk memperbaharui kontrak beasiswanya setiap semester. Oleh karena itu, peran MoU UAD dan NDHU akan sangat membantu dalam mendapatkan beasiswa setiap semesternya. Ada beberapa tipe beasiswa yang ditawarkan, yaitu tipe A (Full scholarship, terdiri dari tuition fee dan biaya hidup), tipe B (tuition fee saja) dan tipe C (50% tuition fee).  ”Saya berharap bisa selalu mendapatkan beasiswa tipe A setiap semester, apalagi ini bagian dari implementasi kerjasama UAD dan NDHU” katanya.

Harapannya yang lain adalah MoU tidak cukup hanya dengan keluarnya surat kesepakatan, namun lebih jauh pemanfaatannya harus mampu meningkatkan kiprah UAD beserta civitas akademiknya untuk berkiprah di dunia pendidikan internasional. Hal-hal yang lain yang bisa dikembangkan dalam realisasi MoU antara lain kegiatan seminar bersama, joint research and publication, serta lecturer exchange. Selain itu, MoU antara kedua belah pihak bisa mendorong mahasiswa UAD untuk mengikuti program internasional melalui program Joint Degree maupun Credit Transfer.  Jika keterbatasan bahasa masih menjadi kendala, maka program pertukaran budaya atau bridging program dapat dilakukan, sehingga mahasiswa tertarik untuk mengikutinya.

Dia menambahkan, ”Masalah umum yang dihadapi saat belajar disini adalah komunikasi, karena bahasa yang digunakan dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari sebagian besar menggunakan bahasa Cina, kecuali beberapa program studi yang menggunakan bahasa Inggris secara penuh dalam proses pembelajarannya, seperti departemen pendidikan”. Namun demikian, saya percaya kerjasama ini membuka kesempatan sangat lebar bagi akademisi UAD dan juga alumninya untuk menguasai bahasa internasional. Sebagaimana kita tahu bahwa bahasa Cina adalah bahasa yang termasuk luas pengunaannya di seluruh dunia. ” Untuk mahasiswa internasional diwajibkan mengambil mata kuliah fundamental chinese di semester 1 dan 2”, lanjutnya.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa bagi dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni UAD yang bermaksud melanjutkan kuliah di universitas mitra UAD di Taiwan agar mempersiapkan diri untuk belajar bahasa Cina terlebih dahulu, paling tidak untuk komunikasi sehari-hari. Hal itu akan sangat membantu dalam proses adaptasi di Taiwan.

Sebagai mahasiswa international, Pak Bagus selain aktif mengikuti kuliah reguler di kelas dan melakukan riset di laboratorium, juga aktif di kegiatan perhimpunan mahasiswa internasional seperti PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) NDHU dan FORMMIT (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan ). Dia juga aktif di kegiatan PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Taiwan.