Prodi Fisika Melakukan Kunjungan Industri ke LAPAN, BBLM, dan PT. Len Industri

Pengetahuan tentang aplikasi ilmu fisika dalam dunia kerja sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain kerja praktik, Kunjungan Industri merupakan kegiatan yang sangat membantu mahasiswa untuk mengetahui penerapan bidang keilmuannya. Program Studi Fisika FMIPA UAD kembali melakukan kegiatan kunjungan industri pada tanggal 5 dan 6 November 2018. Kunjungan industri kali ini diikuti oleh 42 mahasiswa Fisika FMIPA UAD dan didampingi oleh dua orang dosen Fisika FMIPA UAD yaitu Apik Rusdiarna Indra Praja, S.Si., M.T. dan Damar Yoga Kusuma, B.Eng., Ph.D.

Hari pertama kunjungan industri adalah dengan mengunjungi Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang dilakukan antara lain penyampaian profil Pustekbang dan juga implementasi ilmu fisika dalam beberapa kegiatan penelitian di Pustekbang, seperti pengujian wing static test UAV dan uji drop test landing gear Pesawat N219 oleh Engineer Pustekbang, Aryandi Martha, S.T. Selain mendengarkan paparan profil Pustekbang, Mahasiswa juga melakukan kunjungan di beberapa Laboratorium di lingkungan Pustekbang. Pertama adalah Laboratorium Supersonik yang dijelaskan oleh Engineer Pustekbang, Kurnia Hidayat, S.Si., mahasiswa diberikan penjelasan tentang cara kerja dan spesifikasi dari terowongan angin Supersonik. Penjelasan tentang cara kerja drop test landing gear pesawat serta kegiatan wing static test oleh Engineer Pustekbang Mukhlis dan yusuf Giri Wijaya didapatkan di laboratorium Aerostruktur. Selanjutnya di Laboratorium Manufaktur oleh Teknisi Litkayasa Dudi Targani, S.T., para mahasiswa memperoleh penjelasan tentang proses desain dan manufaktur  Lapan Surveillance UAV (LSU). Kunjungan terakhir adalah fasilitas Ground Satellite LAPAN. Para mahasiswa diberi penjelasan tentang program Litbangyasa Satelit LAPAN serta pengoperasian  dan pemanfaatan Satelit LAPAN yang disampaikan oelh Peneliti Sonny Dwi Harsono, S.T.

Disampaikan pula oleh Kabag Administrasi Pustekbang LAPAN, Encung Sumarna, semoga semakin banyak mahasiswa Fisika FMIPA UAD yang melakukan kerja praktek ataupun berminat menjadi pegawai di Pustekbang LAPAN.

Setelah mengeksplorasi pengetahuan dan informasi di Pustekbang LAPAN, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Meskipun perjalanan Bogor-Bandung ditempuh selama 9 jam akibat kemacetan yang terjadi, hal itu tidak menyurutkan motivasi dan semangat mahasiswa Fisika FMIPA UAD untuk mendapatkan ilmu yang lebih.

Tiba di hari kedua, di Bandung, Mahasiswa memulai perjalanan mencari ilmu di PT. Len Industri (Persero). Sama seperti kunjungan sebelumnya, mahasiswa diberikan penjelasan tentang profile perusahaan serta di jelaskan pula unit bagian yang ada di PT. Len industri (Persero) antara lain Unit Bagian Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Navigasi, Unit Bagian Sistem Transportasi, Unit Bagian Elektronika Pertahanan serta Unit Bagian Energi dan Produk Ritel.

Selanjutnya, perjalanan diteruskan dengan mengunjungi Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM). BBLM berada di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian. Mahasiswa diberikan penjelasan mengenai proses pekerjaan yang ada di BBLM seperti perancangan keteknikan, pengecoran dan perlakuan panas, serta  pemesinan dan pengelasan.

Selesai dari BBLM, rombongan langsung kembali ke kota Yogyakarta. Selama kunjungan industri berlangsung, para mahasiswa terlihat sangat puas dan menikmati. Seperti yang disampaikan oleh Alvionita Kusuma Astuti, “Acaranya sangat menyenangkan, walau harus macet-macetan tapi terbayar dengan ilmu yang yang didapat. Semoga tahun depan dapat dilaksanakan kembali”. Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswi angkatan 2017, Fatih Irhamni, “Alhamdulillah seru, berjalan lancar juga dapat menambah keakraban. Waktu kunjungan di setiap instansi kurang lama. hehe. Semoga kunjungan industri selanjutnya semakin banyak pesertanya, dan kunjungan di lakukan di berbagai instansi lain yang ada di seluruh Indonesia”.


Laboratorium Fisika UAD Menerima Kunjungan dari Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar

Laboratorium Fisika Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Makassar (05/11). Kunjungan didampingi oleh Probosiwi, M.Sn. dari Program Studi PGSD UAD.

Kunjungan yang terdiri dari 21 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar disambut langsung oleh Kepala Laboratorium Fisika Dasar, Shantiana Tri Erawati, M.Si. Isi kunjungan berupa tanya jawab langsung tentang manajemen dasar praktikum sains lanjut (fisika dasar) untuk mahasiswa PGSD UAD yang selama ini dilakukan. Praktikum sains lanjut merupakan praktikum wajib untuk program studi PGSD.

Para peserta kunjungan terlihat antusias bertanya dan mendengarkan penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Laboratorium Laboratorium Fisika Dasar. Pertanyaan-pertanyaan umum seperti jenis praktikum yang diberikan, bentuk pembuatan laporan dan teknis pembuatan buku laporan praktikum menjadi pertanyaan yang sangat dominan ditanyakan oleh para peserta. Selain untuk membandingkan, mereka menganggap bahwa  mengetahui manajemen dasar praktikum sains lanjut dengan cara observasi langsung di universitas lain yang serumpun akan menjadikan wawasan mereka semakin luas.


Pelatihan Kalibrasi Kembali Diselenggarakan oleh Prodi Fisika UAD

Program Studi Fisika Universitas Ahmad Dahlan (Prodi Fisika UAD) melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Fisika Devisi Penelitian dan Pengembangan kembali mengadakan Pelatihan Kalibrasi yang diikuti oleh mahasiswa Fisika semester V atau lebih dan jalur ekstensi. Acara ini diselenggarakan di Laboratorium Kalibrasi dan Uji (LKU) UAD Lantai 9, Kampus IV UAD, Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta (9-13/10/2018).

Pelatihan Kalibrasi merupakan agenda kegiatan rutin yang diadakan Prodi Fisika melalui HMPS Fisika setiap tahunnya. Acara kali ini dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Prodi (Plt. Kaprodi) Fisika, Damar Yoga Kusuma, B.Eng., Ph.D..  Seperti yang tercantum dalam publikasi melalui akun media sosial Instagram HMPS Fisika (@hmpsfisika_uad), peserta pelatihan akan diberikan materi tentang teori teknis dan praktek kalibrasi secara langsung. Materi yang disampaikan antara lain tentang ISO/IEC 17025:2017 oleh Margi Sasono, M.Si., serta materi tentang ketidakpastian pengukuran menurut ISO GUM dan kalibrasi alat kesehatan oleh Apik Rusdiarna Indra Praja, S.Si., M.T. Mahasiswa dikelompokkan menjadi 2 kelompok praktek kalibrasi dan dibagi dalam kelompok kalibrasi massa dan alat kesehatan secara bergantian. Praktek kalibrasi dipandu langsung oleh staf teknisi ahli dari LKU UAD.

 

“Alhamdulillah acara berjalan lancar meskipun ada sedikit kendala teknis seperti waktu yang sedikit molor karena adanya miss komunikasi dengan pihak LKU UAD, namun dapat tertasi dengan sangat baik. Semoga pelaksanaan Pelatihan Kalibrasi tahun depan, lebih lancar dan lebih baik daripada tahun ini”, ungkap Putri Diana selaku ketua pelaksana Pelatihan Kalibrasi tahun ini.

Putri Diana juga menambahkan tentang keluhan-keluhan paling banyak yang disampaikan oleh mahasiswa peserta pelatihan kalibrasi  antara lain mahalnya biaya Pelatian Kalibrasi serta durasi materi yang terlalu lama membuat beberapa peserta kehilangan fokus saat mendengarkan materi.


Fitriadi Nur Alfakhri; Belajar Fisika atau Taekwondo? Pilih aja keduanya

Memulai kiprahnya sejak semester II dalam kegiatan olahraga cabang Taekwondo melalui UKM Tekwondo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuat Fitriadi Nur Alfakhri mampu membuktikan diri bahwa mahasiswa Fisika UAD tidak hanya bisa dalam hal akademik saja, melainkan kegiatan non-akademik juga. Mahasiswa semester VII kelahiran Singkawang, 30 Januari 1998 silam yang sering disapa Adi ini, kini diamanahi menjadi ketua UKM Taekwondo UAD sejak bulan Februari 2018.

Prestasi-prestasi dalam olahraga Taekwondo telah ia raih bersama Tim UKM Taekwondo UAD. Secara pribadi, ia telah menyumbangkan medali emas pada Kejuaraan Piala Rektor UPN Surabaya III yang diselenggarakan pada  23-26 Agustus 2018 dan medali perunggu pada kegiatan Walikota Yogyakarta Cup yang diselenggarkan pada 21-23 September 2018.

Pembagian waktu antara kuliah dan kegiatan UKM bisa dibilang susah-susah gampang. “Biasanya saya menyesuaikan jadwal latihan dengan jadwal kuliah yang sudah dipilih sesuai KRS, tapi ada beberapa dosen yang malah mengganti jadwal sepihak, itu yang kadang membuat bingung harus menyiasati latihan bagaimana. Saran saya, seharusnya semua dosen memiliki manajemen waktu yang bagus seperti Prof. Hariyadi, meskipun beliau sibuk tetapi manajemen waktunya bagus sehingga tidak merugikan mahasiswa karena mahasiswa juga punya kegiatan lain selain kuliah seperti mengikuti organisasi, UKM bahkan ada beberapa yang mempunyai pekerjaan sambilan”, kata Adi.

Menurut Adi, meskipun tujuan utama di Fisika UAD adalah kuliah, seharusnya mahasiswa Fisika juga mempunyai kegiatan lain untuk menunjang softskill. Selain itu, antara kesehatan jasmani dan rohani serta prestasi akademik dan non-akademik harus seimbang karena sangat penting dalam dunia kerja kelak. “Berlatihlah dengan tujuan  bukan hanya untuk menjadi menang, tapi juga untuk kesehatan tubuh, percuma pinter kalo cepat mati”, kelakar Adi.


Kuliah Umum Perdana Fisika, Penerapan Fisika untuk Mitigasi Bencana Geologi dan Gunung Api

Mengawali perkuliahan Tahun Ajaran 2018/2019, Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kuliah umum perdana pada hari Kamis (6/9) yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa fisika di Kampus IV UAD. Kuliah umum yang bertema “Penerapan Fisika untuk Mitigasi Bencana Geologi dan Gunung Api” disampaikan oleh Dr. Hanik Humaida, M.Sc. selaku kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yogyakarta.

Materi tentang kebencanaan disampaikan secara jelas pada kuliah umum kali ini. Disampaikan pula oleh Dr. Hanik Humaida, M.Sc. bahwa diperlukan manajemen mitigasi bencana untuk mengurangi dampak kerugian atau resiko yang ditimbulkan oleh suatu bencana. Mitigasi bencana adalah daya upaya untuk mengurangi resiko akibat bencana alam, melalui perencanaan terpadu dan berkelanjutan dengan sasaran yang terukur. Salah satu upaya mitigasi antara lain: monitoring, penyusunan hazard assesment/peta kawasan rawan bencana, penyuluhan/pelatihan dan sistem peringatan dini.

Beberapa contoh penerapan ilmu fisika menurut Dr. Hanik Humaida, M.Sc. dalam mitigasi bencana antara lain bagian metrologi untuk menentukan ketepatan serta keakuratan seluruh alat ukur yang diperlukan seperti seismograf, bagian material elektronika untuk pembuatan sel surya sebagai sumber energi alat monitoring di puncak gunung api, dan bagian instrumentasi untuk pembuatan dasar alat-alat monitoring serta peringatan dini.

 

 

 

 

 

Antusias mahasiswa fisika terhadap materi kuliah umum sangat terlihat berdasarkan banyaknya pertanyaan-pertanyaan selama sesi tanya jawab berlangsung. Pada akhir kuliah umum, Dr. Hanik Humaida, M.Sc. memberi pesan kepada seluruh mahasiswa fisika bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan kontribusi pada pemuda untuk hal mitigasi bencana, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh.