Tim Dosen Prodi Fisika Melakukan Program Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif di Gunung Kidul

Program Studi Fisika Melins kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan melalui kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Islam (YAPIN) Nurul Huda kelurahan Serut, Gedangsari, Gunungkidul. Tim terdiri dari 3 dosen Prodi Fisika, yaitu: Damar Yoga Kusuma, Ph.D., Apik Rusdiarna Indra Praja, S.Si., M.T., dan diketuai oleh Qonitatul Hidayah, S.Si., M.Sc. Kegiatan yang dilakukan pada hari Selasa (20/04/2021) ini, mengusung program pembuatan media pembelajaran efektif-interaktif dalam masa pembelajaran secara daring.

Kendala-kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring seperi kurangnya pemahaman materi, mudah bosan mapun hilangnya fokus dalam pembelajaran yang dialami oleh siswa akibat tidak adanya bentuk diskusi langsung antara guru dan siswa, sulitnya guru dalam mengecek hasil pemahaman materi yang telah disampaikan pada siswa. Selain itu, hal yang paling sering terjadi akibat pembelajaran daring adalah lebih seringnya berjalan dalam satu arah, guru menjelaskan materi dan siswa hanya menyimak. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri, pemahaman siswa akan materi yang disampaikan guru dan rawan ketidakikutsertaan siswa dalam pembelajaran. Beberapa penelitian juga menyebutkan kualitas media pembelajaran yang baik dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima materi dari guru.

Hal-hal diataslah yang pada akhirnya menjadi latar belakang diadakannya program ini, yaitu mampu menciptakan terobosan baru dalam pembuatan media pembelajaran yang efektif-interaktif untuk menunjang pembelajaran secara daring.

 

 

 

*Foto dan informasi berita diperoleh dari https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/gunungkidul/prodi-fisika-melins-uad-dan-yapin-nurul-huda-dampingi-guru-pembuatan-media-pembelajaran-interaktif/


Tim PKM Mahasiswa Fisika Lolos Dalam Pendanaan PKM Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Melalui “Smart Vein Detector Berbasis Near Infrared”

Selain lolos dalam PKM bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), prestasi Mahasiswa Fisika UAD yang tak kalah membanggakan lainnya datang dari Tim PKM bidang Karsa Cipta (PKM-KC) yang diketuai oleh Lara Devi (Fisika 2018). Melalui proposal yang berjudul “Smart Vein Detector Berbasis Near Infrared”, mereka berhasil menjadi 1 dari 5 tim Universitas Ahmad Dahlan yang  lolos dalam pendanaan PKM-KC yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Belmawa Kemendikbud). Tim PKM dibimbing oleh dosen Prodi Fisika yaitu Bagus Haryadi, S.Si., M.T., serta beranggotakan Indhah Wahyu Maulidha (Fisika 2018) serta anggota lintas bidang yaitu Riski Fernando (Teknik Elektro 2018), Rioga Ridho Pangestu (Teknik Elektro 2018), dan Izza Qorina (Kedokteran 2018).

 

Rancangan Smart Vein Detector

 

Dilatarbelakangi sulitnya mencari pembuluh darah vena untuk kebutuhan infus maupun pengambilan sample darah pada pasien dengan kondisi tertentu seperti pasien gagal ginjal yang mengalami Edema (penumpukan cairan dalam ruang diantara sel tubuh karena cairan tidak dapat dibuang melalui ginjal), pasien usia bayi, dan lain sebagainya serta ditambah masalah lain yaitu mahalnya harga dan sulitnya pengoperasian detektor pembuluh vena yang kini beredar dipasaran sehingga berakibat banyak fasilitas layanan kesehatan di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota kesulitan dalam memilikinya.

Dari beberapa hal tersebut, akhinya memunculkan ide para mahasiswa ini untuk merancang dan membuat sebuah terobosan baru berupa detektor pembuluh vena berbasis photo sensor dan arduino yang murah, mudah dibawa kemana-mana, serta mudah dalam pengoperasiannya. Program yang sudah berjalan sejak bulan Mei ini rencananya akan berakhir pada bulan Agustus dalam presentasi PKP2 (Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM 5 Bidang) dengan harapan mampu lolos kedalam penetapan peserta PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2021.


Sel Surya sebagai Solusi Penerangan Jalur Evakuasi Daerah Rawan Bencana Mengantarkan Tim PKM Mahasiswa Fisika Berhasil Lolos dalam Program Pendanaan PKM-PM 2021

Girikerto adalah salah satu Kalurahan yang berada di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kalurahan Girikerto hanya berjarak sekitar 10 km dari puncak Gunung Merapi sehingga membuat Kalurahan ini menjadi daerah rawan bencana. Seperti daerah rawan bencana pada umumnya, Kalurahan Girikerto juga mempunyai jalur dan titik evakuasi yang salah satunya berada di Dusun Sidorejo. Akan tetapi, keberadaan jalur dan titik evakuasi di dusun ini masih dianggap kurang baik akibat minimnya penerangan. Bermodalkan penerangan seadanya dari listrik PLN yang setiap terjadi bencana selalu terjadi pemadaman, hal ini tentunya sangat membahayakan warga sekitar jika sewaktu-waktu terjadi bencana letusan di malam hari. Hal inilah yang melatarbelakangi tim dari Program Studi Fisika berani mengusulkan program pengadaan sumber listrik alternatif dengan memanfaatkan sel surya sebagai solusi penerangan jalan untuk diajukan ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Tahun 2021. Tim yang diketuai oleh Adi Setiawan (Fisika 2019) dan beranggotakan Esih Nurwanmala (Fisika 2019), Sindi Dwi Safitri (Fisika 2019), Nur Aulia Syahra (Fisika 2019), ditambah anggota lintas bidang studi Walid Mufid Lilbilad (Teknik Elektro 2019) mengusung program dengan judul: “Edukasi P4 (Pengenalan, pemasangan, Pemakaian, dan Perawatan) Sel Surya Sebagai Solusi Penerangan Jalan di Daerah Girikerto” dengan dibimbing langsung oleh Qonitatul Hidayah, S.Si., M.Sc selaku dosen Program Studi Fisika.

Survey Kondisi Lapangan dan Perencanaan Pemasangan Sel Surya

 

Program yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini rencananya berlangsung kurang dari dua bulan (terhitung dari pengumuman lolos proposal) ini akan melakukan edukasi kepada seluruh warga dengan melibatkan warga secara langsung dalam setiap tahap, baik dari tahap sosialisasi hingga pemasangan. Dengan demikian, ketika sewaktu-waktu terjadi bencana letusan Gunung Merapi, keselamatan warga ketika menuju titik lokasi tetap terjamin karena penerangan sudah memadai.  Harapan jangka panjang dari program ini tentunya tidak hanya berhenti sampai berdirinya satu tiang sel surya, kedepannya semoga pemerintah maupun intansi terkait dapat melakukan pengembangan program ini sebagai sumber listrik alternatif untuk kehidupan sehari-hari.

Salah satu Sel Surya yang telah berhasi dipasang di Girikerto


Pistol Disinfektan Covid-19 Berbasis Sinar UV Buatan Cirnov UAD

Pusat riset Center for Integrated Research and Innovation (CRINOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selama ini dikenal dengan riset bidang pertahanan dan keamanan, yaitu pembuatan rudal panggul sasaran udara dan darat kaliber 70 mm. Dalam kondisi pandemi Covid-19, mereka berhasil mengembangkan alat disinfektan atau alat untuk membunuh kuman (bakteri, virus) berbentuk pistol genggam berbasis sinar ultra violet (UV) jenis C.

Pistol yang dibuat untuk melakukan pencegahan wabah virus ini dibuat relatif mudah dioperasikan, cepat, dan aman. Penggunaan pistol hanya diarahkan ke area yang ingin disterilkan untuk waktu sekitar 1-3 menit, operator tidak perlu meninggalkan ruangan karena pistol ini dilengkapi dengan pelindung sinar berupa reflektor. Reflektor juga berfungsi sebagai alat pemfokus sinar ke area atau objek yang diinginkan, demikian keterangan Prof. Hariyadi sebagai inventor sekaligus Kepala Cirnov UAD.

Sosialisasi awal penggunaan pistol Covid-19 telah dilakukan di depan Komandan Koramil (Danramil) 07/Umbulharjo Mayor Inf. A Nur Wahid sebagai langkah antisipasi terjadinya ancaman virus di obyek-obyek vital. Selain nantinya dapat digunakan untuk keperluan disinfektan di rumah sakit, kantor, peralatan medis, ruangan fasilitas umum, dan lain-lain. Bagi pengembangan teknologi bidang pertahanan, pistol ini akan menjadi produk teknologi masa depan yang dapat menangkal penggunaan senjata biologi virus.Untuk kepentingan penanganan Covid-19, telah dilakukan uji mikrobiologi menggunakan bakteri di laboratorium Mikrobiologi, Program Studi Biologi Industri, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (Fast) UAD. Ketua laboratorium, Drs. Hadi Sasongko, M.Si. menjelaskan, serangkaian uji yang dilakukan menggunakan bakteri E. Coli adalah sebuah standar. Secara prinsip, molekul bakteri lebih kuat dibanding virus, sehingga jika akibat tembakan pistol atau penyinaran menggunakan sinar UV ini menjadikan bakteri mati, maka efek mematikan akan dialami juga oleh virus yang memiliki struktur molekul lebih rapuh seperti Covid-19. Uji lanjutan menggunakan virus dapat dilakukan dengan tingkat keselamatan yang lebih dioptimalkan.

Saat ini, berbagai alat disinfektan menggunakan sinar UV banyak dijual secara bebas, tetapi memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Pistol karya Cirnov UAD ini cukup praktis dan ringan karena beratnya hanya sekitar 0,5 kg, pemegang/grip pistol dapat dilipat, selain itu pistol juga dapat ditaruh di atas meja atau lantai karena ditopang oleh tripod lipat. Sedangkan komponen bahan pembuatan dapat diperoleh di pasar lokal. Pistol tersebut sudah didaftarkan HKI-nya untuk mendapatkan proteksi konfigurasi dan susunan alatnya.

“Uji lanjutan mikrobiologi maupun penyempurnaan desain alat terus dilakukan agar pistol ini segera digunakan secara luas atau diproduksi massal,” tutup Hariyadi.

 

*berita ini dibuat dan diterbitkan oleh NewsUAD ( https://news.uad.ac.id/pistol-disinfektan-covid-19-berbasis-sinar-uv-buatan-cirnov-uad/ ) pada tanggal 18 Juni 2020


Sel Surya dan Extensometer Ditampilkan Mahasiswa Fisika pada Acara Outbound FAST UAD

Mahasiswa Fisika menjelaskan penelitian tentang Sel Surya dan Ekstensometer dihadapan para Dosen dan Karyawan pada acara outbound yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Kamis (13/2) di Area Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Girikerto, Turi, Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta.

Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor UAD, Dr. Muchlas, M.T. Pada kesempatan kali ini, Kurniawan, Mahasiswa Fisika angkatan 2018 menjelaskan tentang konsep kerja Sel Surya serta pemanfaatannya. Tujuan penelitian tentang Sel Surya ini adalah sebagai sumber energi alternatif dengan memanfaatkan sinar matahari.

Sedangkan untuk Extensometer dijelaskan langsung oleh Kartikasari Nur Solichah dan Endah Ariyanti. Alat yang sekaligus dipakai keduanya untuk penelitian skripsi ini merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur pergeseran tanah pada permukaan yang rawan longsor sehingga dapat menjadi solusi sistem peringatan dini bencana tanah longsor. Extensometer yang diteliti adalah Extensometer berbasis potensimeter multitrun. Konsep kerja sederhana alat ini adalah dengan menyambungkan patok besi yang dipasang pada daerah tanah yang akan diamati dengan potensiometer mutritrun dengan kawat. Potensiometer multitrun akan selalu bergerak tiap ada pergeseran patok besi. Nilai yang dihasilkan oleh potensiometer multitrun akan terbaca oleh program arduino dan besarnya pergerakan akan ditampilkan.