Pistol Disinfektan Covid-19 Berbasis Sinar UV Buatan Cirnov UAD

Pusat riset Center for Integrated Research and Innovation (CRINOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selama ini dikenal dengan riset bidang pertahanan dan keamanan, yaitu pembuatan rudal panggul sasaran udara dan darat kaliber 70 mm. Dalam kondisi pandemi Covid-19, mereka berhasil mengembangkan alat disinfektan atau alat untuk membunuh kuman (bakteri, virus) berbentuk pistol genggam berbasis sinar ultra violet (UV) jenis C.

Pistol yang dibuat untuk melakukan pencegahan wabah virus ini dibuat relatif mudah dioperasikan, cepat, dan aman. Penggunaan pistol hanya diarahkan ke area yang ingin disterilkan untuk waktu sekitar 1-3 menit, operator tidak perlu meninggalkan ruangan karena pistol ini dilengkapi dengan pelindung sinar berupa reflektor. Reflektor juga berfungsi sebagai alat pemfokus sinar ke area atau objek yang diinginkan, demikian keterangan Prof. Hariyadi sebagai inventor sekaligus Kepala Cirnov UAD.

Sosialisasi awal penggunaan pistol Covid-19 telah dilakukan di depan Komandan Koramil (Danramil) 07/Umbulharjo Mayor Inf. A Nur Wahid sebagai langkah antisipasi terjadinya ancaman virus di obyek-obyek vital. Selain nantinya dapat digunakan untuk keperluan disinfektan di rumah sakit, kantor, peralatan medis, ruangan fasilitas umum, dan lain-lain. Bagi pengembangan teknologi bidang pertahanan, pistol ini akan menjadi produk teknologi masa depan yang dapat menangkal penggunaan senjata biologi virus.Untuk kepentingan penanganan Covid-19, telah dilakukan uji mikrobiologi menggunakan bakteri di laboratorium Mikrobiologi, Program Studi Biologi Industri, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (Fast) UAD. Ketua laboratorium, Drs. Hadi Sasongko, M.Si. menjelaskan, serangkaian uji yang dilakukan menggunakan bakteri E. Coli adalah sebuah standar. Secara prinsip, molekul bakteri lebih kuat dibanding virus, sehingga jika akibat tembakan pistol atau penyinaran menggunakan sinar UV ini menjadikan bakteri mati, maka efek mematikan akan dialami juga oleh virus yang memiliki struktur molekul lebih rapuh seperti Covid-19. Uji lanjutan menggunakan virus dapat dilakukan dengan tingkat keselamatan yang lebih dioptimalkan.

Saat ini, berbagai alat disinfektan menggunakan sinar UV banyak dijual secara bebas, tetapi memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Pistol karya Cirnov UAD ini cukup praktis dan ringan karena beratnya hanya sekitar 0,5 kg, pemegang/grip pistol dapat dilipat, selain itu pistol juga dapat ditaruh di atas meja atau lantai karena ditopang oleh tripod lipat. Sedangkan komponen bahan pembuatan dapat diperoleh di pasar lokal. Pistol tersebut sudah didaftarkan HKI-nya untuk mendapatkan proteksi konfigurasi dan susunan alatnya.

“Uji lanjutan mikrobiologi maupun penyempurnaan desain alat terus dilakukan agar pistol ini segera digunakan secara luas atau diproduksi massal,” tutup Hariyadi.

 

*berita ini dibuat dan diterbitkan oleh NewsUAD ( https://news.uad.ac.id/pistol-disinfektan-covid-19-berbasis-sinar-uv-buatan-cirnov-uad/ ) pada tanggal 18 Juni 2020


Sel Surya dan Extensometer Ditampilkan Mahasiswa Fisika pada Acara Outbound FAST UAD

Mahasiswa Fisika menjelaskan penelitian tentang Sel Surya dan Ekstensometer dihadapan para Dosen dan Karyawan pada acara outbound yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Kamis (13/2) di Area Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Girikerto, Turi, Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta.

Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor UAD, Dr. Muchlas, M.T. Pada kesempatan kali ini, Kurniawan, Mahasiswa Fisika angkatan 2018 menjelaskan tentang konsep kerja Sel Surya serta pemanfaatannya. Tujuan penelitian tentang Sel Surya ini adalah sebagai sumber energi alternatif dengan memanfaatkan sinar matahari.

Sedangkan untuk Extensometer dijelaskan langsung oleh Kartikasari Nur Solichah dan Endah Ariyanti. Alat yang sekaligus dipakai keduanya untuk penelitian skripsi ini merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur pergeseran tanah pada permukaan yang rawan longsor sehingga dapat menjadi solusi sistem peringatan dini bencana tanah longsor. Extensometer yang diteliti adalah Extensometer berbasis potensimeter multitrun. Konsep kerja sederhana alat ini adalah dengan menyambungkan patok besi yang dipasang pada daerah tanah yang akan diamati dengan potensiometer mutritrun dengan kawat. Potensiometer multitrun akan selalu bergerak tiap ada pergeseran patok besi. Nilai yang dihasilkan oleh potensiometer multitrun akan terbaca oleh program arduino dan besarnya pergerakan akan ditampilkan.


Prodi Fisika berpartisipasi dalam FAST DAY

Program Studi Fisika berpartisipasi pada acara acara Open House bagi pelajar SMA se-DIY dengan tajuk “FAST Day” yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin-Selasa (27-28/1) di Kampus 4 UAD.

Acara ini dibuka langsung oleh Dekan FAST UAD, Imam Azhari, S.Si., M.Sc. Acara dibagi menjadi dua sesi, yaitu sit-in class (perkuliahan langsung di kelas) dan praktik langsung di laboratorium. Acara ini bertujuan untuk menghilangkan stereotipe bahwa ilmu sains adalah ilmu yang sulit serta upaya sosialisasi kepada para siswa SMA di DIY mengenai FAST UAD.

Selain dua kegiatan pokok diatas, terdapat juga pameran inovasi dari hasil karya mahasiswa-mahasiswa 4 Program Studi di FAST UAD antara lain Fisika, Biologi, Matematika, dan Sistem Informasi. Mahasiswa Fisika kali ini menampilkan karya-karya inovasi terkait dengan pemanfaatan Arduino antara lain Penyiram Tanaman Otomatis, Smart Trash Bin, Payung Otomatis, Ultrasonic Trash Bin, Magic Lamp, Alat Monitoring Suhu dan Kelembaban berbasis IoT, Pintu Otomatis, dan Brankas Anti Maling. Karya-karya inovasi tersebut ditampilkan agar para siswa SMA yang tertarik dengan ilmu Fisika semakin mengenal dan mengetahui bahwa Ilmu Fisika tidak hanya tentang ilmu rumus, melainkan ilmu yang mempelajarai tentang teknologi masa kini yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.


Mikro Hidro, Program Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Teknologi Tepat Guna

Program Studi Fisika kembali melakukan program pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat kali ini tertempat di SD Muhammadiyah Girikerto yang beralamat di Sidorejo, Girikerto, Turi, Sleman pada hari Jumat tanggal 18 Januari 2019 dengan mengusung program pengenalan teknologi tepat guna yaitu Mikro Hidro. Kegiatan ini dihadiri oleh 2 dosen Fisika yaitu Prof., Hariyadi, M.Sc., Ph.D. dan Bagus Haryadi, S.Si., M.T. , serta 5 mahasiswa angkatan 2018 antara lain Ali Fauzan, Kurniawan, M. Danar Gumelar Miharsa, Reni Hotimah dan Nia Ariska.

 

Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Girikerto, Nurul Muslichatin, S.Pd. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih kepada prodi Fisika karena mau meluangkan waktu untuk memberikan ilmu kepada mereka. Beliau berharap semoga kegiatan ini akan terus berlangsung dan dapat membawa kontribusi positif yang nyata untuk Prodi Fisika UAD dan SD Muhammadiyah Girikerto. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan secara umum tentang listrik dan mikro hidro yang disampaikan secara bergantian oleh dosen dan mahasiswa.

 

Mikro hidro adalah salah satu contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat menghasilkan energi listrik yang bersumber dari aliran air. Turbin mengonversi energi kinetik yang berasal dari aliran air menjadi energi mekanik. Kemudian sebuah generator akan mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik.

 

Selama penyampaian materi, antusiasme anak-anak sangat besar dan menjadi lebih besar ketika praktek penerapan secara langsung. Hal ini terlihat dari siswa-siswa yang mampu menerangkan kembali materi yang telah disampaikan serta praktek sendiri secara langsung. “Saya sangat senang dengan acara seperti ini, selain menambah ilmu pengetahuan, menambah inspirasi, juga menambah keberanian diri saya untuk berbicara langsung” ungkap siswa kelas 6, Faiyan Dwiyanto. Sedangkan menurut siswa kelas 6 lainnya, Metya Intan Nurlita, “Suka mendapat ilmu baru, pengen diadakan lagi dengan pengenalan alat lainnya supaya lebih luas pengetahuannya. Tetapi penyampaian materi kurang keras dan seharusnya dibagi berkelompok ketika praktek biar makin jelas”.

 

Disela-sela acara, Kepala SD Muhammadiyah Girikerto juga mengharapkan agar mikro hidro yang telah disampaikan mampu terwujud menjadi pengganti sumber litrik mengingat beban biaya listrik sekolah yang tidak sedikit. Maka dari itu, menurut dosen Fisika, untuk mewujudkan penerapan sistem mikro hidro di SD Muhammadiyah Girikerto adalah dengan melakukan riset apakah debit air yang ada mampu mencukupi dan menghasilkan listrik untuk menggantikan tenaga listrik lampu sekolah selama 24 jam.


Rudal Merapi, Bukti Indonesia dalam Kemajuan Teknologi Pertahanan dan Keamanan Bangsa

Pusat riset Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), bersama Dislitbang TNI AD melakukan uji coba peluncuran dan uji coba fungsi rudal supersonik yang diberi nama “Rudal Merapi” di Lapangan tembak milik Dislitbang TNI AD di Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (22/11). Dalam artikel yang diterbitkan pertama kali oleh suaramerdeka.com, Rudal merapi merupakan program kerjasama dalam bidang Pertahanan dan Keamanan yang sedang dilakukan oleh CIRNOV UAD dan Dislitbang TNI AD.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala CIRNOV yang juga Profesor  Fisika FMIPA bahwa Rudal Merapi mampu menunjukkan performansi manuver tiap-tiap komponen yang ada melalui alat telemetri yang dipasang di dalam rudal tersebut. alat telemetri merupakan pemberi informasi ke rudal sewaktu terbang dengan gerakan rolling (berputar), yawing (menggeleng) dan pitching (mengangguk), ketinggian, kecepatan dan lainnya. Data tersebut masih dapat diperoleh meskipun dalam kondisi hentakan yang cukup besar dalam pengujian (melebihi 14 G). Keberhasilan uji coba ini menjadi dasar diperolehnya data-data riil rudal selama terbang sehingga karakteristiknya dapat diketahui lebih baik dan akurat.

Uji coba peluncuran rudal supersonik Merapi dihadiri Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen Mulyo Aji, MA, Kasubdisiptek Kolonel Burlian Sjafei, Komandan Poltekad Kolonel Bagus Antonov, Pussenarhanud, Pussenif, staf di lingkungan Dislitbang TNI AD, Poltekad serta Tim Konsultan dari UAD dan Pustekbang Lapan.

Rudal Merapi merupakan rudal kaliber 70 mm buatan anak bangsa pertama yang dapat menunjukkan performansinya sebagai peluru kendali  atau rudal menggunakan roket pendorong dengan kecepatan awalan penembakan lebih 650 km/jam yang selanjutnya mampu melesat melebihi kecepatan suara.

Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen TNI, Mulyo Aji, MA, menambahkan bahwa kesuksesan uji coba rudal supersonik Merapi menandakan Indonesia mampu menguasai teknologi senjata rudal. Karena itu pembuatannya akan disempurnakan lagi sehingga mampu memenuhi syarat-syarat tipe dan uji kelaikan rudal yang sesuai dengan postur TNI untuk meningkatkan kekuatan daya gempurnya.