Membedah Program 1000 Cahaya, Menuju Transisi energi yang Berkeadilan Bagian 1
Penulis : Galih Prakoso, S.Si.
“Gerakan 1000 Cahaya adalah bukti komitmen kuat Muhammadiyah dalam menjawab permasalahan lingkiungan dan perubahan iklim. Gerakan ini juga menjadi kontribusi Muhammadiyah dalam mewujudkan nol emisi di akhir abad 21” Prof. Dr. Haedar Nasir.
Transisi energi merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi krisis lingkungan global, ketimpangan akses energi, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, menghadirkan inisiatif strategis bernama Program 1000 Cahaya Muhammadiyah yang di luncurkan pada bulan Mei 2024 lalu. Program ini tidak hanya mendukung pengembangan energi terbarukan tetapi juga mewujudkan nilai-nilai keadilan sosial, keberlanjutan, dan pemberdayaan umat yang berfokus pada Ranting, Sekolah, Pondok Pesantren, dan Masjid.
Dapat dibayangkan sebuah sekolah Muhammadiyah memiliki 6 ruangan yang rata-rata penggunaan Listrik bulanan mencapai Rp. 450.000 atau lebih dari 5 juta rupiah pertahunnya dan jika ada 1450 sekolah yang berada dibawah persyarikatan maka sekolah-sekolah Muhammadiyah harus membayar total tagihan Listrik kurang lebih 7.8 Miliar setiap tahunnya itu baru sekolah sedangkan masih banyak AUM yang harus membayar total tagihan Listrik bulanannya.
Indonesia merupakan negara dengan potensi energi terbarukan yang sangat besar, termasuk tenaga surya, angin, air, dan biomassa. Namun, banyak wilayah yang masih belum memiliki akses listrik yang memadai, terutama di daerah terpencil dan tertinggal. Program 1000 Cahaya ini bertujuan untuk:
- Menyediakan Akses Energi Berkeadilan: Memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil, dapat menikmati akses energi yang ramah lingkungan.
- Mendukung Transisi Energi Nasional: Mengurangi ketergantungan pada energi fosil melalui pemanfaatan sumber daya terbarukan.
- Mengintegrasikan Dakwah dan Inovasi Teknologi: Menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan penerapan teknologi modern untuk kemajuan umat.
Muhammadiyah dengan program ini mendukung transisi energi bersih sebagai bagian dari komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Hal ini tertuang dalam beberapa pedoman kehidupan Islami warga Muhammadiyah, yang menegaskan pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan ini diwujudkan melalui dakwah dan pengembangan pemikiran keislaman yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya…” (QS. Al-A’raf: 56)