FISIKA BERPUISI : Suara Hati Mahasiswa Fisika Melins

Di tengah pandemi wabah virus Corona yang mengakibatkan semua perkuliahan diganti dengan sistem daring membuat beberapa mahasiswa Fisika Melins angkatan 2019 mulai merindukan kampus, teman, dan perkuliahan tatap muka. Dari kerinduan tersebut, terciptalah kumpulan puisi suara hati yang dikemas dalam sebuah buku puisi yang kini telah terdaftar hak ciptanya di Surat Pencatatan Ciptaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


Pistol Disinfektan Covid-19 Berbasis Sinar UV Buatan Cirnov UAD

Pusat riset Center for Integrated Research and Innovation (CRINOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selama ini dikenal dengan riset bidang pertahanan dan keamanan, yaitu pembuatan rudal panggul sasaran udara dan darat kaliber 70 mm. Dalam kondisi pandemi Covid-19, mereka berhasil mengembangkan alat disinfektan atau alat untuk membunuh kuman (bakteri, virus) berbentuk pistol genggam berbasis sinar ultra violet (UV) jenis C.

Pistol yang dibuat untuk melakukan pencegahan wabah virus ini dibuat relatif mudah dioperasikan, cepat, dan aman. Penggunaan pistol hanya diarahkan ke area yang ingin disterilkan untuk waktu sekitar 1-3 menit, operator tidak perlu meninggalkan ruangan karena pistol ini dilengkapi dengan pelindung sinar berupa reflektor. Reflektor juga berfungsi sebagai alat pemfokus sinar ke area atau objek yang diinginkan, demikian keterangan Prof. Hariyadi sebagai inventor sekaligus Kepala Cirnov UAD.

Sosialisasi awal penggunaan pistol Covid-19 telah dilakukan di depan Komandan Koramil (Danramil) 07/Umbulharjo Mayor Inf. A Nur Wahid sebagai langkah antisipasi terjadinya ancaman virus di obyek-obyek vital. Selain nantinya dapat digunakan untuk keperluan disinfektan di rumah sakit, kantor, peralatan medis, ruangan fasilitas umum, dan lain-lain. Bagi pengembangan teknologi bidang pertahanan, pistol ini akan menjadi produk teknologi masa depan yang dapat menangkal penggunaan senjata biologi virus.Untuk kepentingan penanganan Covid-19, telah dilakukan uji mikrobiologi menggunakan bakteri di laboratorium Mikrobiologi, Program Studi Biologi Industri, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (Fast) UAD. Ketua laboratorium, Drs. Hadi Sasongko, M.Si. menjelaskan, serangkaian uji yang dilakukan menggunakan bakteri E. Coli adalah sebuah standar. Secara prinsip, molekul bakteri lebih kuat dibanding virus, sehingga jika akibat tembakan pistol atau penyinaran menggunakan sinar UV ini menjadikan bakteri mati, maka efek mematikan akan dialami juga oleh virus yang memiliki struktur molekul lebih rapuh seperti Covid-19. Uji lanjutan menggunakan virus dapat dilakukan dengan tingkat keselamatan yang lebih dioptimalkan.

Saat ini, berbagai alat disinfektan menggunakan sinar UV banyak dijual secara bebas, tetapi memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Pistol karya Cirnov UAD ini cukup praktis dan ringan karena beratnya hanya sekitar 0,5 kg, pemegang/grip pistol dapat dilipat, selain itu pistol juga dapat ditaruh di atas meja atau lantai karena ditopang oleh tripod lipat. Sedangkan komponen bahan pembuatan dapat diperoleh di pasar lokal. Pistol tersebut sudah didaftarkan HKI-nya untuk mendapatkan proteksi konfigurasi dan susunan alatnya.

“Uji lanjutan mikrobiologi maupun penyempurnaan desain alat terus dilakukan agar pistol ini segera digunakan secara luas atau diproduksi massal,” tutup Hariyadi.

 

*berita ini dibuat dan diterbitkan oleh NewsUAD ( https://news.uad.ac.id/pistol-disinfektan-covid-19-berbasis-sinar-uv-buatan-cirnov-uad/ ) pada tanggal 18 Juni 2020