Congratulation! Medali Emas untuk Fisika UAD di iFINOG 2018

Dalam keikutsertaanya dalam kompetisi internasional iFINOG 2018 di Pahang, Malaysia, Tim dari FMIPA UAD berhasil membawa pulang Satu Medali Emas dan Dua medali Perunggu, medali Emas diraih oleh tim “Middle Man” yang beranggotakan Nurul Wulandari(Fisika 2017), Farrizal Muttaqien(Sistem Informasi 2015)  dan Luthfia Khairunnisa(Sastra Inggris 2017). Sedangkan Medali Perunggu diperoleh tim dari Fisika Arifan Raharjo(Fisika 2015), Rezky Setiyani(Fisika 2015), Ikhsanun Maulida(Fisika 2015) dan satu tim Fisika lainnya beranggotakan Endah Ariyanti(Fisika 2015), Kartikasari Solichah(Fisika 2015), Taufan Sidiq(Fisika 2017).

International Festival on Innovation on Green Technology (iFINOG) 2018 adalah sebuah kompetisi internasional di bidang inovasi teknologi yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Pahang pada 20-22 April 2018. Kategori inovasi yg dilombakan meliputi: Class A: Agriculture, Environmental, Renewable Energy, Horticulture & Gardening. Class B: Automotive, Transportation, Motor Vehicles, Ships, Aviation, Accessories & Industrial Design. Class C: Biotechnology, Life Sciences, Health & Chemicals. Class D: Building, Architecture, Civil Engineering Construction & Materials. Class E: I.C.T, Multimedia, Telecommunications, Computer Science, Electricity & Electronic & Games. Class F: Manufacturing Process, Machines, Equipment, Engines, Tools, Mechanics & Industrial Processes. Class G: Social Science, Commercial, Industrial & Office Equipment. Class H: Education, Mathematics, Language & Science.

Nurul wulandari dan tim “Middle Man”, mengembangkan sebuah sensor ekonomis untuk memantau seberapa penuh sampah terakumulasi di tempat sampah. Sensor ini terhubung dengan web secara real time. Adapun pengguna dapat mengakses data menggunan apps yang menghubungkan penghasil sampah (kantor/ sekolah/ univ/rumah sakit/ restoran dan lain-lain) dengan industri kreatif pengguna sampah daur ulang. Selain mendapatkan medali emas, tim Middle Man juga mendapatkan penghargaan Ecofriendly Art – penghargaan untuk inovasi paling bagus di kategori environmental.

Arifan dan tim, mengembangkan alat pendeteksi kadar gula dalam darah dengan sensor inframerah dan cahaya merah. Keunggulan inovasi ini adalah dapat mendeteksi gula darah secara non invasif (tidak memerlukan sampel darah/ tidak perlu melukai kulit).

Endah dan tim mengembangkan sensor pergerakan tanah yang terhubung dengan web. Sensor ini dapat dipasang didaerah rawan bencana tanah longsor atau guguran lava untuk memberikan peringatan dini munculnya bahaya longsoran.


Fisika UAD dilamar BAPETEN menjadi Center of Excellence

Selasa, 3 April 2018, Prodi Fisika, FMIPA, UAD menerima kunjungan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bertempat di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kunjungan BAPETEN kali ini dalam rangka sosialisasi sekaligus tawaran program Center of Excellence uji kesesuaian pesawat sinar-x. BAPETEN membentuk Center of Excellence untuk uji kesesuaian pesawat sinar-x dan diharapkan Prodi Fisika UAD, melalui unit bisnis PT Adi Multi Kalibrasi (LKU-UAD) menjadi salah satunya.

Saat ini jumlah pesawat Sinar-X medis yang digunakan di Indonesia berada pada kisaran 7000 alat. Alat-alat ini meliputi; general X-Ray, dental X-Ray, CT-scan, fluoroscopy dan mammogram. Adapun jumlah lembaga uji kesesuaian yang tersedia saat ini hanya sebanyak 48 pusat. Hal ini menyebabkan panjangnya proses uji kesesuaian pesawat Sinar-X yang memakan waktu 3-4 tahun. Dengan semakin banyaknya lembaga Uji Kesesuaian, diharapkan dapat memangkas waktu pengajuan ijin operasi dan uji kesesuaian pesawat Sinar-X menjadi maksimum 6 bulan saja.

Selain sebagai lembaga Uji Kesesuaian, BAPETEN juga melamar prodi Fisika UAD menjadi Center of Excellence, yang fungsi utamanya selain melatih SDM yang kompeten melakukan uji kesesuaian, juga mengembangkan riset teknis terkait metodologi, parameter, peralatan, sistem IT serta pengujian pre-market terhadap pesawat X-Ray medis yang akan beredar di Indonesia. BAPETEN menargetkan akan ada 9 Center of Excellence se-Indonesia. Dengan ditunjuknya Prodi Fisika UAD sebagai Center of Excellence Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X, menunjukkan bahwa Prodi Fisika UAD telah mendapat kepercayaan di tingkat nasional sebagai salah satu Prodi yang mampu menyelenggarakan kagiatan pengajaran dan penelitian di bidang Metrologi, Material Elektronika, dan Instrumentasi khususnya terkait Pesawat Sinar-X.

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara diawali dengan sambutan Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN), Ir. Dedik Eko Sumargo, untuk menyampaikan maksud dan tujuan dilanjutkan dengan sambutan dari UAD yang disampaikan oleh Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr. Muchlas, M.T., Dekan FMIPA Drs. Aris Thobirin, M.Si. kemudian dilanjutkan sesi  diskusi dan tanya jawab.


Congratulation! Publikasi dosen Fisika tembus Jurnal Bereputasi

Prodi Fisika, FMIPA, UAD mengucapkan selamat kepada Prof. Hariyadi dan tim, atas pencapaiannya dalam publikasi ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi; Journal of Non-Oxide Glasses dan Results in Physics.

Karya ilmiah ini membahas tentang penelitian pengedopan lapisan tipis Lead Sulfide (PbS) dengan Tembaga (Cu) guna meningkatkan konduktivitas lapisan tipis PbS tersebut. Salah satu novelty yang diangkat dalam publikasi ini adalah penggunaan co-Sputtering target, pelat PbS bersama-sama dengan pelat Cu. Dengan mengatur rasio diameter pelat PbS terhadap Cu, berbagai komposisi pengedopan dapat diperoleh. Cara ini tentu saja sangat memudahkan proses pengedopan yang sebelumnya memerlukan proses yang rumit, misalnya co-evaporation atau ion-implantation.


Kuliah Perdana – Fisika untuk Kemandirian Dirgantara Nasional

Membuka masa perkuliahan semester gasal 2017/2018, Prodi Fisika meyelenggarakan kuliah perdana dengan tema Fisika untuk Kemandirian Industri Dirgantara Nasional pada hari Senin, 04 September 2017. Kuliah perdana kali ini mendatangkan Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Kapustekbang) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Drs. Gunawan Setyo Prabowo, dengan mengangkat tema Peranan Ilmu Fisika dalam Teknologi Penerbangan.

Drs. Gunawan, yang merupakan penanggungjawab program pesawat buatan Indonesia N219 dari pihak LAPAN memaparkan tentang proses perancangan disain pesawat terbang, pegujian awal dengan simulasi, perakitan mesin dan komponen, higga uji terbang prototipe pesawat N219. Dalam kuliah perdana ini juga dipaparkan potensi penggunaan pesawat N219 untuk melayani rute-rute pendek di bagian terluar Republik Indonesia, daerah yang bergunung-gunung, dan juga penerbangan pendek antar-pulau. Dengan kata lain, pengembangan pesawat N219 selain dapat meningkatkan ketersambungan dan pemberdayaan ekonomi antar-daerah juga mengemban misi kebangsaan bahwa bangsa Indonesia mampu berdikari dalam teknologi penerbangan.

Sebagai penutup, pembicara berpesan kepada mahasiswa untuk memperkuat konsep-konsep Fisika yang perlu disiapkan oleh generasi mendatang, antara lain: interaksi benda terbang dengan lingkungan, flight dynamics, flight mechanics, cuaca dan penerbangan, komponen dan sub-komponen pesawat terbang, simulasi komputasi dan sistem pengujian. Penguatan konsep-konsep Fisika ini penting sehingga lulusan prodi Fisika mampu mendukung perkembangan teknologi dan industri kedirgantaraan nasional.