Fitriadi Nur Alfakhri; Belajar Fisika atau Taekwondo? Pilih aja keduanya

Memulai kiprahnya sejak semester II dalam kegiatan olahraga cabang Taekwondo melalui UKM Tekwondo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuat Fitriadi Nur Alfakhri mampu membuktikan diri bahwa mahasiswa Fisika UAD tidak hanya bisa dalam hal akademik saja, melainkan kegiatan non-akademik juga. Mahasiswa semester VII kelahiran Singkawang, 30 Januari 1998 silam yang sering disapa Adi ini, kini diamanahi menjadi ketua UKM Taekwondo UAD sejak bulan Februari 2018.

Prestasi-prestasi dalam olahraga Taekwondo telah ia raih bersama Tim UKM Taekwondo UAD. Secara pribadi, ia telah menyumbangkan medali emas pada Kejuaraan Piala Rektor UPN Surabaya III yang diselenggarakan pada  23-26 Agustus 2018 dan medali perunggu pada kegiatan Walikota Yogyakarta Cup yang diselenggarkan pada 21-23 September 2018.

Pembagian waktu antara kuliah dan kegiatan UKM bisa dibilang susah-susah gampang. “Biasanya saya menyesuaikan jadwal latihan dengan jadwal kuliah yang sudah dipilih sesuai KRS, tapi ada beberapa dosen yang malah mengganti jadwal sepihak, itu yang kadang membuat bingung harus menyiasati latihan bagaimana. Saran saya, seharusnya semua dosen memiliki manajemen waktu yang bagus seperti Prof. Hariyadi, meskipun beliau sibuk tetapi manajemen waktunya bagus sehingga tidak merugikan mahasiswa karena mahasiswa juga punya kegiatan lain selain kuliah seperti mengikuti organisasi, UKM bahkan ada beberapa yang mempunyai pekerjaan sambilan”, kata Adi.

Menurut Adi, meskipun tujuan utama di Fisika UAD adalah kuliah, seharusnya mahasiswa Fisika juga mempunyai kegiatan lain untuk menunjang softskill. Selain itu, antara kesehatan jasmani dan rohani serta prestasi akademik dan non-akademik harus seimbang karena sangat penting dalam dunia kerja kelak. “Berlatihlah dengan tujuan  bukan hanya untuk menjadi menang, tapi juga untuk kesehatan tubuh, percuma pinter kalo cepat mati”, kelakar Adi.