Fisika UAD dilamar BAPETEN menjadi Center of Excellence

Selasa, 3 April 2018, Prodi Fisika, FMIPA, UAD menerima kunjungan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bertempat di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kunjungan BAPETEN kali ini dalam rangka sosialisasi sekaligus tawaran program Center of Excellence uji kesesuaian pesawat sinar-x. BAPETEN membentuk Center of Excellence untuk uji kesesuaian pesawat sinar-x dan diharapkan Prodi Fisika UAD, melalui unit bisnis PT Adi Multi Kalibrasi (LKU-UAD) menjadi salah satunya.

Saat ini jumlah pesawat Sinar-X medis yang digunakan di Indonesia berada pada kisaran 7000 alat. Alat-alat ini meliputi; general X-Ray, dental X-Ray, CT-scan, fluoroscopy dan mammogram. Adapun jumlah lembaga uji kesesuaian yang tersedia saat ini hanya sebanyak 48 pusat. Hal ini menyebabkan panjangnya proses uji kesesuaian pesawat Sinar-X yang memakan waktu 3-4 tahun. Dengan semakin banyaknya lembaga Uji Kesesuaian, diharapkan dapat memangkas waktu pengajuan ijin operasi dan uji kesesuaian pesawat Sinar-X menjadi maksimum 6 bulan saja.

Selain sebagai lembaga Uji Kesesuaian, BAPETEN juga melamar prodi Fisika UAD menjadi Center of Excellence, yang fungsi utamanya selain melatih SDM yang kompeten melakukan uji kesesuaian, juga mengembangkan riset teknis terkait metodologi, parameter, peralatan, sistem IT serta pengujian pre-market terhadap pesawat X-Ray medis yang akan beredar di Indonesia. BAPETEN menargetkan akan ada 9 Center of Excellence se-Indonesia. Dengan ditunjuknya Prodi Fisika UAD sebagai Center of Excellence Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X, menunjukkan bahwa Prodi Fisika UAD telah mendapat kepercayaan di tingkat nasional sebagai salah satu Prodi yang mampu menyelenggarakan kagiatan pengajaran dan penelitian di bidang Metrologi, Material Elektronika, dan Instrumentasi khususnya terkait Pesawat Sinar-X.

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara diawali dengan sambutan Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN), Ir. Dedik Eko Sumargo, untuk menyampaikan maksud dan tujuan dilanjutkan dengan sambutan dari UAD yang disampaikan oleh Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr. Muchlas, M.T., Dekan FMIPA Drs. Aris Thobirin, M.Si. kemudian dilanjutkan sesi  diskusi dan tanya jawab.


Kuliah Perdana – Fisika untuk Kemandirian Dirgantara Nasional

Membuka masa perkuliahan semester gasal 2017/2018, Prodi Fisika meyelenggarakan kuliah perdana dengan tema Fisika untuk Kemandirian Industri Dirgantara Nasional pada hari Senin, 04 September 2017. Kuliah perdana kali ini mendatangkan Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Kapustekbang) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Drs. Gunawan Setyo Prabowo, dengan mengangkat tema Peranan Ilmu Fisika dalam Teknologi Penerbangan.

Drs. Gunawan, yang merupakan penanggungjawab program pesawat buatan Indonesia N219 dari pihak LAPAN memaparkan tentang proses perancangan disain pesawat terbang, pegujian awal dengan simulasi, perakitan mesin dan komponen, higga uji terbang prototipe pesawat N219. Dalam kuliah perdana ini juga dipaparkan potensi penggunaan pesawat N219 untuk melayani rute-rute pendek di bagian terluar Republik Indonesia, daerah yang bergunung-gunung, dan juga penerbangan pendek antar-pulau. Dengan kata lain, pengembangan pesawat N219 selain dapat meningkatkan ketersambungan dan pemberdayaan ekonomi antar-daerah juga mengemban misi kebangsaan bahwa bangsa Indonesia mampu berdikari dalam teknologi penerbangan.

Sebagai penutup, pembicara berpesan kepada mahasiswa untuk memperkuat konsep-konsep Fisika yang perlu disiapkan oleh generasi mendatang, antara lain: interaksi benda terbang dengan lingkungan, flight dynamics, flight mechanics, cuaca dan penerbangan, komponen dan sub-komponen pesawat terbang, simulasi komputasi dan sistem pengujian. Penguatan konsep-konsep Fisika ini penting sehingga lulusan prodi Fisika mampu mendukung perkembangan teknologi dan industri kedirgantaraan nasional.


Kunjungan Industri Mahasiswa Fisika ke PLTU Adipala Cilacap

 

 

 

 

 

 

 

Guna mengenalkan penerapan keilmuan dan membuka peluang kerja lulusan Prodi Fisika di bidang energi, sebanyak 45 mahasiswa Prodi Fisika beserta dosen pendamping mengunjungi fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala di Cilacap. PLTU adipala memiliki generator listrik dengan daya 1 x 660 MWatt yang digerakkan dengan energi batubara. Daya listrik yang dihasilkan PLTU ini digunakan untuk membantu mensuplai kebutuhan listrik di Jawa Tengah bagian selatan dan DIY.

PLTU Adipala merupakan satu dari puluhan projek program pembangkitan listrik 35.000 MWatt yang telah dicanangkan pemerintah Indonesia hingga 2019. PLTU ini mulai dibangun tahun 2010  dan mulai beroperasi pada September 2016. Dari diskusi dengan pimpinan, teknisi dan pengelola PLTU Adipala menyatakan bahwa setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan mahasiswa dan atau lulusan Prodi Fisika di bidang pembangkitan listrik:

  1. Non-Destruktif Testing, pengujian komponen-komponen boiler, turbin, dan generator PLTU untuk monitoring kerusakan (aus) dan antisipasi  down-time – Sesuai dengan peminatan Material Elektronika di Prodi Fisika
  2. Pembuatan sistem instrumentasi dan komputasi untuk mengoptimalkan produksi daya listrik PLTU – Sesuai dengan peminatan Instrumentasi di Prodi Fisika
  3. Pengukuran besaran daya listrik secara tepat dan akurat – Sesuai dengan peminatan Metrologi di Prodi Fisika

Kunjungan Industri Mahasiswa Fisika ke Pertamina Cilacap

Hari Senin, tanggal 7 November 2016, Program Studi Fisika membawa 45 Mahasiswa Fisika lintas angkatan mengunjungi PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap. Rombongan diterima oleh Humas Pertamina RU IV dengan baik, dilanjutkan dengan diskusi terkait proses bisnis di Pertamina, peluang kerja bidang Metrologi, Material Elektronika, & Instrumentasi di Pertamina, serta kesempatan untuk melakukan magang kerja dan tugas akhir di refinery unit IV Cilacap. Acara ditutup dengan kunjungan lapangan ke fasilitas kilang I dan kilang II yang menghasilkan BBM untuk memenuhi 35% kebutuhan BBM Jawa-Bali, serta kilang III yang menghasilkan bahan baku industri petrokimia paraxylene.

Pada kunjungan industri ini mahasiswa Fisika mendapat wawasan baru terkait penerapan ilmu Fisika di dunia industri. Selain itu mahasiswa juga belajar memperluas komunikasi dan jaringan dengan kalangan profesional terkait kesempatan magang dan berkarir di Pertamina setelah lulus.


Seminar Internasional “The 2016 ConFAST” oleh Prodi Fisika

 

 

 

 

Pada tanggal 25-26 Januari 2016, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UAD bekerrjasama dengan Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Universitas Teknologi Sumbawa, dan NanoCenter Indonesia, telah berhasil menyelenggarakan the 2016 Conference on Fundamental and Applied Science for Advanced Technology (ConFAST 2016). Dalam seminar internasional ini, panitia mendatangkan pembicara kunci (keynote speaker) dari berbagai negara, antara lain Prof. Hariyadi dari Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Lee Pooi See dari Nanyang Technological University, Singapore; Prof. John A. Carver dari Australian National University; Assoc. Prof. Jason J. Jung dari Chung-Ang University, Korea Selatan; serta Dr. M. Sofwan Effendi, direktur riset LPDP.

 

 

 

 

 

Seminar internasional ini mengangkat tema Bridging the Gap: University Research and Industrial Application, sebagai salah sau upaya agara penelitian-penelitan di tingkat universitas dapat dihilirisasi menjadi ConFAST 2016 menerima lebih dari 400 makalah yang kemudian setelah proses seleksi, sejumlah 72 makalah layak diterbitkan dalam prosiding ConFAST 2016 yang terindeks oleh Scopus. Makalah-makalah tersebut dapat di akses pada laman American Institute of Physiscs (AIP) berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ConFAST adalah seminar dua tahunan sebagai trade-mark dari FMIPA UAD. ConFAST 2018 rencananya akan diselenggarakan di Yogyakarta pada bulan Oktober 2018. Informasi lebih lanjut terkait ConFAST 2018 dapat ditelusuri di laman berikut.