Mikro Hidro, Program Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Teknologi Tepat Guna

Program Studi Fisika kembali melakukan program pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat kali ini tertempat di SD Muhammadiyah Girikerto yang beralamat di Sidorejo, Girikerto, Turi, Sleman pada hari Jumat tanggal 18 Januari 2019 dengan mengusung program pengenalan teknologi tepat guna yaitu Mikro Hidro. Kegiatan ini dihadiri oleh 2 dosen Fisika yaitu Prof., Hariyadi, M.Sc., Ph.D. dan Bagus Haryadi, S.Si., M.T. , serta 5 mahasiswa angkatan 2018 antara lain Ali Fauzan, Kurniawan, M. Danar Gumelar Miharsa, Reni Hotimah dan Nia Ariska.

 

Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Girikerto, Nurul Muslichatin, S.Pd. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih kepada prodi Fisika karena mau meluangkan waktu untuk memberikan ilmu kepada mereka. Beliau berharap semoga kegiatan ini akan terus berlangsung dan dapat membawa kontribusi positif yang nyata untuk Prodi Fisika UAD dan SD Muhammadiyah Girikerto. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan secara umum tentang listrik dan mikro hidro yang disampaikan secara bergantian oleh dosen dan mahasiswa.

 

Mikro hidro adalah salah satu contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat menghasilkan energi listrik yang bersumber dari aliran air. Turbin mengonversi energi kinetik yang berasal dari aliran air menjadi energi mekanik. Kemudian sebuah generator akan mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik.

 

Selama penyampaian materi, antusiasme anak-anak sangat besar dan menjadi lebih besar ketika praktek penerapan secara langsung. Hal ini terlihat dari siswa-siswa yang mampu menerangkan kembali materi yang telah disampaikan serta praktek sendiri secara langsung. “Saya sangat senang dengan acara seperti ini, selain menambah ilmu pengetahuan, menambah inspirasi, juga menambah keberanian diri saya untuk berbicara langsung” ungkap siswa kelas 6, Faiyan Dwiyanto. Sedangkan menurut siswa kelas 6 lainnya, Metya Intan Nurlita, “Suka mendapat ilmu baru, pengen diadakan lagi dengan pengenalan alat lainnya supaya lebih luas pengetahuannya. Tetapi penyampaian materi kurang keras dan seharusnya dibagi berkelompok ketika praktek biar makin jelas”.

 

Disela-sela acara, Kepala SD Muhammadiyah Girikerto juga mengharapkan agar mikro hidro yang telah disampaikan mampu terwujud menjadi pengganti sumber litrik mengingat beban biaya listrik sekolah yang tidak sedikit. Maka dari itu, menurut dosen Fisika, untuk mewujudkan penerapan sistem mikro hidro di SD Muhammadiyah Girikerto adalah dengan melakukan riset apakah debit air yang ada mampu mencukupi dan menghasilkan listrik untuk menggantikan tenaga listrik lampu sekolah selama 24 jam.


Rudal Merapi, Bukti Indonesia dalam Kemajuan Teknologi Pertahanan dan Keamanan Bangsa

Pusat riset Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), bersama Dislitbang TNI AD melakukan uji coba peluncuran dan uji coba fungsi rudal supersonik yang diberi nama “Rudal Merapi” di Lapangan tembak milik Dislitbang TNI AD di Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (22/11). Dalam artikel yang diterbitkan pertama kali oleh suaramerdeka.com, Rudal merapi merupakan program kerjasama dalam bidang Pertahanan dan Keamanan yang sedang dilakukan oleh CIRNOV UAD dan Dislitbang TNI AD.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala CIRNOV yang juga Profesor  Fisika FMIPA bahwa Rudal Merapi mampu menunjukkan performansi manuver tiap-tiap komponen yang ada melalui alat telemetri yang dipasang di dalam rudal tersebut. alat telemetri merupakan pemberi informasi ke rudal sewaktu terbang dengan gerakan rolling (berputar), yawing (menggeleng) dan pitching (mengangguk), ketinggian, kecepatan dan lainnya. Data tersebut masih dapat diperoleh meskipun dalam kondisi hentakan yang cukup besar dalam pengujian (melebihi 14 G). Keberhasilan uji coba ini menjadi dasar diperolehnya data-data riil rudal selama terbang sehingga karakteristiknya dapat diketahui lebih baik dan akurat.

Uji coba peluncuran rudal supersonik Merapi dihadiri Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen Mulyo Aji, MA, Kasubdisiptek Kolonel Burlian Sjafei, Komandan Poltekad Kolonel Bagus Antonov, Pussenarhanud, Pussenif, staf di lingkungan Dislitbang TNI AD, Poltekad serta Tim Konsultan dari UAD dan Pustekbang Lapan.

Rudal Merapi merupakan rudal kaliber 70 mm buatan anak bangsa pertama yang dapat menunjukkan performansinya sebagai peluru kendali  atau rudal menggunakan roket pendorong dengan kecepatan awalan penembakan lebih 650 km/jam yang selanjutnya mampu melesat melebihi kecepatan suara.

Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen TNI, Mulyo Aji, MA, menambahkan bahwa kesuksesan uji coba rudal supersonik Merapi menandakan Indonesia mampu menguasai teknologi senjata rudal. Karena itu pembuatannya akan disempurnakan lagi sehingga mampu memenuhi syarat-syarat tipe dan uji kelaikan rudal yang sesuai dengan postur TNI untuk meningkatkan kekuatan daya gempurnya.


Prodi Fisika Melakukan Kunjungan Industri ke LAPAN, BBLM, dan PT. Len Industri

Pengetahuan tentang aplikasi ilmu fisika dalam dunia kerja sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain kerja praktik, Kunjungan Industri merupakan kegiatan yang sangat membantu mahasiswa untuk mengetahui penerapan bidang keilmuannya. Program Studi Fisika FMIPA UAD kembali melakukan kegiatan kunjungan industri pada tanggal 5 dan 6 November 2018. Kunjungan industri kali ini diikuti oleh 42 mahasiswa Fisika FMIPA UAD dan didampingi oleh dua orang dosen Fisika FMIPA UAD yaitu Apik Rusdiarna Indra Praja, S.Si., M.T. dan Damar Yoga Kusuma, B.Eng., Ph.D.

Hari pertama kunjungan industri adalah dengan mengunjungi Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang dilakukan antara lain penyampaian profil Pustekbang dan juga implementasi ilmu fisika dalam beberapa kegiatan penelitian di Pustekbang, seperti pengujian wing static test UAV dan uji drop test landing gear Pesawat N219 oleh Engineer Pustekbang, Aryandi Martha, S.T. Selain mendengarkan paparan profil Pustekbang, Mahasiswa juga melakukan kunjungan di beberapa Laboratorium di lingkungan Pustekbang. Pertama adalah Laboratorium Supersonik yang dijelaskan oleh Engineer Pustekbang, Kurnia Hidayat, S.Si., mahasiswa diberikan penjelasan tentang cara kerja dan spesifikasi dari terowongan angin Supersonik. Penjelasan tentang cara kerja drop test landing gear pesawat serta kegiatan wing static test oleh Engineer Pustekbang Mukhlis dan yusuf Giri Wijaya didapatkan di laboratorium Aerostruktur. Selanjutnya di Laboratorium Manufaktur oleh Teknisi Litkayasa Dudi Targani, S.T., para mahasiswa memperoleh penjelasan tentang proses desain dan manufaktur  Lapan Surveillance UAV (LSU). Kunjungan terakhir adalah fasilitas Ground Satellite LAPAN. Para mahasiswa diberi penjelasan tentang program Litbangyasa Satelit LAPAN serta pengoperasian  dan pemanfaatan Satelit LAPAN yang disampaikan oelh Peneliti Sonny Dwi Harsono, S.T.

Disampaikan pula oleh Kabag Administrasi Pustekbang LAPAN, Encung Sumarna, semoga semakin banyak mahasiswa Fisika FMIPA UAD yang melakukan kerja praktek ataupun berminat menjadi pegawai di Pustekbang LAPAN.

Setelah mengeksplorasi pengetahuan dan informasi di Pustekbang LAPAN, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Meskipun perjalanan Bogor-Bandung ditempuh selama 9 jam akibat kemacetan yang terjadi, hal itu tidak menyurutkan motivasi dan semangat mahasiswa Fisika FMIPA UAD untuk mendapatkan ilmu yang lebih.

Tiba di hari kedua, di Bandung, Mahasiswa memulai perjalanan mencari ilmu di PT. Len Industri (Persero). Sama seperti kunjungan sebelumnya, mahasiswa diberikan penjelasan tentang profile perusahaan serta di jelaskan pula unit bagian yang ada di PT. Len industri (Persero) antara lain Unit Bagian Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Navigasi, Unit Bagian Sistem Transportasi, Unit Bagian Elektronika Pertahanan serta Unit Bagian Energi dan Produk Ritel.

Selanjutnya, perjalanan diteruskan dengan mengunjungi Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM). BBLM berada di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian. Mahasiswa diberikan penjelasan mengenai proses pekerjaan yang ada di BBLM seperti perancangan keteknikan, pengecoran dan perlakuan panas, serta  pemesinan dan pengelasan.

Selesai dari BBLM, rombongan langsung kembali ke kota Yogyakarta. Selama kunjungan industri berlangsung, para mahasiswa terlihat sangat puas dan menikmati. Seperti yang disampaikan oleh Alvionita Kusuma Astuti, “Acaranya sangat menyenangkan, walau harus macet-macetan tapi terbayar dengan ilmu yang yang didapat. Semoga tahun depan dapat dilaksanakan kembali”. Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswi angkatan 2017, Fatih Irhamni, “Alhamdulillah seru, berjalan lancar juga dapat menambah keakraban. Waktu kunjungan di setiap instansi kurang lama. hehe. Semoga kunjungan industri selanjutnya semakin banyak pesertanya, dan kunjungan di lakukan di berbagai instansi lain yang ada di seluruh Indonesia”.


Laboratorium Fisika UAD Menerima Kunjungan dari Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar

Laboratorium Fisika Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Makassar (05/11). Kunjungan didampingi oleh Probosiwi, M.Sn. dari Program Studi PGSD UAD.

Kunjungan yang terdiri dari 21 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar disambut langsung oleh Kepala Laboratorium Fisika Dasar, Shantiana Tri Erawati, M.Si. Isi kunjungan berupa tanya jawab langsung tentang manajemen dasar praktikum sains lanjut (fisika dasar) untuk mahasiswa PGSD UAD yang selama ini dilakukan. Praktikum sains lanjut merupakan praktikum wajib untuk program studi PGSD.

Para peserta kunjungan terlihat antusias bertanya dan mendengarkan penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Laboratorium Laboratorium Fisika Dasar. Pertanyaan-pertanyaan umum seperti jenis praktikum yang diberikan, bentuk pembuatan laporan dan teknis pembuatan buku laporan praktikum menjadi pertanyaan yang sangat dominan ditanyakan oleh para peserta. Selain untuk membandingkan, mereka menganggap bahwa  mengetahui manajemen dasar praktikum sains lanjut dengan cara observasi langsung di universitas lain yang serumpun akan menjadikan wawasan mereka semakin luas.


Fitriadi Nur Alfakhri; Belajar Fisika atau Taekwondo? Pilih aja keduanya

Memulai kiprahnya sejak semester II dalam kegiatan olahraga cabang Taekwondo melalui UKM Tekwondo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuat Fitriadi Nur Alfakhri mampu membuktikan diri bahwa mahasiswa Fisika UAD tidak hanya bisa dalam hal akademik saja, melainkan kegiatan non-akademik juga. Mahasiswa semester VII kelahiran Singkawang, 30 Januari 1998 silam yang sering disapa Adi ini, kini diamanahi menjadi ketua UKM Taekwondo UAD sejak bulan Februari 2018.

Prestasi-prestasi dalam olahraga Taekwondo telah ia raih bersama Tim UKM Taekwondo UAD. Secara pribadi, ia telah menyumbangkan medali emas pada Kejuaraan Piala Rektor UPN Surabaya III yang diselenggarakan pada  23-26 Agustus 2018 dan medali perunggu pada kegiatan Walikota Yogyakarta Cup yang diselenggarkan pada 21-23 September 2018.

Pembagian waktu antara kuliah dan kegiatan UKM bisa dibilang susah-susah gampang. “Biasanya saya menyesuaikan jadwal latihan dengan jadwal kuliah yang sudah dipilih sesuai KRS, tapi ada beberapa dosen yang malah mengganti jadwal sepihak, itu yang kadang membuat bingung harus menyiasati latihan bagaimana. Saran saya, seharusnya semua dosen memiliki manajemen waktu yang bagus seperti Prof. Hariyadi, meskipun beliau sibuk tetapi manajemen waktunya bagus sehingga tidak merugikan mahasiswa karena mahasiswa juga punya kegiatan lain selain kuliah seperti mengikuti organisasi, UKM bahkan ada beberapa yang mempunyai pekerjaan sambilan”, kata Adi.

Menurut Adi, meskipun tujuan utama di Fisika UAD adalah kuliah, seharusnya mahasiswa Fisika juga mempunyai kegiatan lain untuk menunjang softskill. Selain itu, antara kesehatan jasmani dan rohani serta prestasi akademik dan non-akademik harus seimbang karena sangat penting dalam dunia kerja kelak. “Berlatihlah dengan tujuan  bukan hanya untuk menjadi menang, tapi juga untuk kesehatan tubuh, percuma pinter kalo cepat mati”, kelakar Adi.